Strategi Lembaga

STRATEGI  PEMBANGUNAN DINAS TANAMAN PANGAN DAN HOLTIKULTURA KABUPATEN BUNGO

Setelah menginventarisasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, dilakukan analisis SWOT sehingga didapat faktor kunci keberhasilan sebagai berikut :

1. Meningkatkan keterampilan PNS melalui pelatihan/bimtek/kursus;

2.      Mendorongak selerasi peningkatan produktivitas,  produksi dan mutu produk melalui penerapan teknologi,  serta mempertahankan lahan pangan khusus nya sawah terhadap konversi lahan sehingga menjadi lahan berkelanjutan, melalui :

·    Pengembangan perbenihan padi dan palawija melalui balai benih dan penangkar.

·   Pengembangan mutu intensifikasi padi dan palawija dengan pengadaan sarana produksi.

·     Pemanfaatan lahan tidur dengan komoditi padi sawah, padi gogo dan palawija lainnya.

·   peningkatan penanganan panen dan efisiensi pasca panen, pengolahan, serta pemasaran hasil.

·        Pengadaan alsintan pra panen dan pasca panen

·        Penekanan kehilangan hasil panen dalam proses pasca panen 

3.     Meningkatkan produksi pangan khususnya beras melalui pembangunan/perbaikan jaringan irigasi tingkat usaha tani, pengadaan alat dan mesin pertanian, perluasan areal, serta pengendalian Organaisme Pengganggu Tanaman (OPT) menuju swasembada dan swasembada berkelanjutan, melalui :

·  Peningkatan produksi pertanian dengan penyediaan saprodi dan pengawasan pupuk bersubsidi, pengembangan pupuk organik, dan pengendalian OPT.

·     Peningkatan penerapan teknologi pertanian tepat guna mulai pengadaan sarana dan prasarana (alsintan, rehap/pengembangan Jitut dan Jides, rehap/pengembangan jalan usahatani), pemeliharan rutin/berkala, penyuluhan serta pelatihan/bimbingan pengoperasian teknologi tepat guna.

·    Meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam secara optimal dan pemanfaatan lahan tidur  dengan cara optimasi lahan dan percetakan sawah baru.

4.     Meningkatkan produksi hortikultura melalui pengembangan kawasan, peningkatan produktivitas,  serta penerapan teknologi, melalui :

·       Pengembangan sayuran dan buah-buahan organik

·    Peningkatan kesejahteraan petani melalui peningkatan provitas dengan penyedia sarana produksi, pemanfaatan pekarangan, dan pemanfaatan lahan kering lainnya dengan buah-buahan.

·     Peningkatan nilai tambah melalui pengolahan hasil dan penyediaan pasar serta sistem informasi pasar yang memenuhi kebutuhan masyarakat.

  1. Meningkatkan kualitas produksi tanaman perkebunan melalui:

· Pengembangan perbibitan unggul perkebunan, dan penggunaan bibit ungggul bersertifikat,

 

·    Peningkatan rendemen CPO, dan kualitas mutu bokar melalui unit pengloalan dan pemasaran hasil perkebunan.